Showing posts with label JK. Show all posts
Showing posts with label JK. Show all posts

Tuesday, April 28, 2009

SELINGKUH POLITIK

Jaman memang telah berubah. Bila sebelumnya perselingkuhan adalah hal yang selalu disembunyikan, sekarang nampaknya akan ada "tren" baru. Tak ada angin tak ada hujan (eh ada gak yaa ihikhik ) awal April lalu seorang Alice Norin, (artis cantik pendukung film "Ketika Cinta Bertasbih) atas nama "kejujuran" blak-blakan memberi pengakuan publik tentang perselingkuhannya dengan Agus Lesmono Sudwikatmono. Menurut Alice, suaminya DJ Riri, meskipun pada awalnya marah besar dan sempat mengucapkan kata cerai, kemudian menyikapi perselingkuhannya tersebut dengan "amat dewasa"

Tak lama sesudahnya, beberapa hari setelah Kampanye Damai Pemilu 2009 berakhir, publik sempat terhenyak sesaat (sesaat aja laaah ya) ketika ditengah siang bolong Partai Golkar dengan lantangnya menyatakan pindah ke lain hati batal berkoalisi dengan Partai Demokrat. SBY - JK bercerai? Bagi sebagian masyarakat kenyataan ini mematahkan hati harapan mereka. Sebagian lagi tertawa lebar, karenaterbuka luas kemungkinan untuk bersaing dalam pemilihan Capres secara lebih ketat dengan SBY. JK, yang sempat "bolos" dari rapat kabinet, kemudian terang2xan melakukan "kencan politik" dengan Megawati, Wiranto, dan Prabowo (alamaaaak....)

Entah siapa yang lebih terkejut, DJ Riri ataukah SBY? Yang pasti, diselingkuhi pasti gak enak. Dan konon, menurut seorang psikolog konsultan perkawinan, perselingkuan biasanya dipicu tiga hal, yaitu: "kurangnya kepuasan terhadap kebutuhan batin, finansial atau seksual" .. Nah loh ihikhik
Kalau selingkuh politik, apa ya pemicunya ihikhik

Kita doakan saja, semoga yang berselingkuh dan diselingkuhi bisa saling belajar dari kekurangan masing-masing, dapat saling memahami lebih baik dan yang paling utama: bisa saling memaafkan.

Salam Damai.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.

Thursday, April 23, 2009

SBY - JK BERCERAI



Judul itu saya "curi" dari headline harian KOMPAS. Lucu judulnya. Mirip dengan judul yang biasa ditulis besar-besar oleh tabloid gosip infotainment ihikhik

Judul itu sejatinya bermakna: Golkar ceraikan Demokrat.. ooops.. sama aja ya, masih seperti judul infotainment ihikhik . Mungkin lebih tepat: Golkar-Demokrat batal berkoalisi, atau Golkar-Demokrat pecah kongsi. Konon, hal ini karena Golkar-Demokrat tidak mencapai titik temu untuk membangun koalisi, yang lebih jauh berarti kedua partai tersebut siap bertarung di kancah contreng memilih presiden Pemilu 2009.

"Perceraian" itu diumumkan kepada publik oleh Sekjen Partai Golkar Rabu siang kemarin. Konon, Golkar kecewa karena Demokrat "mengambangkan" rencana koalisi tersebut. Dan pada malam harinya Partai Demokrat melakukan klarifikasi bahwa pada dasarnya dari pertemuan team negosiasi kedua partai, telah disetujui semua point dalam draft koalisi, kecuali point mengenai Capres dan Wapres, khususnya mengenai jumlah bakal capres yang diajukan Golkar untuk mendampingi SBY yang pasti sebagai Capres dari Demokrat. Mungkinkan faktor ini yang ditangkap Golkar sebagai "penolakan" oleh Demokrat? Salah seorang ketua DPD menyatakan mendukung keputusan DPP Golkar tesebut, yang dinilai tepat untuk menunjukkan MARTABAT PARTAI. Wooow.. martabat partai!!!! gatai

Membaca ini saya jadi teringat jargon populer dalam dunia perpolitikan, bahwa : " tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi".
Pertanyaannya: kepentingan siapa??

Sampai disini, ke-oneng-an saya gak memungkinkan saya untuk berpikir lebih jauh lagi. Saya cuma mampu berharap Kampanye Damai Pemilu 2009 menyongsong pemilihan Presiden di bulan Juli mendatang akan berjalan lebih damai, tertib dan tak akan ada pemboikotan dari pihak manapun.

Saya juga berharap bisa terhibur melihat hal yang lucu-lucu, salah satunya adalah jawaban Sekjen PDIP Pramono Anung ketika ditanyakan adakah kemungkinan JK akan dirangkul sebagai cawapres Megawati. Jawabannya:

"Dalam politik itu, yang tidak mungkin cuma makan kepala sendiri,"

jawabnya lantas tertawa**


Peace, maaan.
Salam Damai !

**sumber:sumatera-ekspress-online